welcome to blogger kami

Tuesday, February 4, 2020

jangan panik saat mobil mati

Tetap Tenang Saat Mobil Mati Sekalipun

Tetap Tenang Saat Mobil Mati Sekalipun - Disaat yang genting, di tengah perjalanan anda yang jauh dari bengkel mobil, tiba-tiba mesin mobil kesayangan anda mati, atau mengalami kepanasan. Hal yang terampuh adalah mencoba untuk tetap rileks dan konsentrasi pada apa yang harus anda lakukan untuk mengantisipasinya.

Yups, setidaknya itulah yang saya lakukan saat di tengah perjalanan panjang tiba-tiba saya harus menyadari bahwa mobil saya mati, terlebih jika seorang diri. Karena tidak bisa mendapati sebuah bengkel mobil, maka saya pun memutuskan untuk memeriksa mobil saya seorang diri. Itung-itung jadi montir dadakan juga.

Tapi beruntung bagi saya, karena selama ini jika pergi ke bengkel mobil, saya selalu berkonsultasi mengumpulkan informasi otomotif tanya ini dan itu mengenai permasalahan mobil yang mungkin saja saya alami disaat genting, dan seperti pengalaman saya itu.

Misalnya saja saat anda mendapati mobil mati. Hal yang harus anda lakukan adalah memeriksa apakah persediaan bensin di mobil anda ada? Atau mungkin anda tak menyadari bahwa bensin sudah kering kerontang. Hal itu bisa dilihat dari meteran, namun jika tidak akurat anda bisa memeriksanya langsung ke tangki mobil dengan menggunakan batang kayu panjang untuk mengukur kedalaman bensin, tapi ingat harus yang bersih yah.

Jika bensin telah diperiksa dan persediaannya masih, maka cobalah untuk memeriksa karburatornya. Atau cobalah untuk membuka saringan udara. Kalau mesin kemudian menyala, maka gantilah saringan udara dengan yang baru. Tak hanya itu saja, periksa jugalah kebocoran vakum yang mungkin akan terjadi dalam system injeksi bahan bakar, pipa masuk, atau saluran lainnya.

Cobalah untuk tetap teliti dan konsentrasi saat masalah mobil anda terjadi Tetap Tenang Saat Mobil Mati Sekalipun, dan jangan pernah sungkan untuk berkonsultasi pada montir terpercaya di bengkel mobil yang mau membagi ilmunya dengan anda.

hindar dari konslet

Hindari Konslet Engine Control Unit (ECU) Pada Mobil

Pada saat musim hujan dan terjadi banjir di ruas - ruas jalan di Jakarta, seringkali para pemilik mobil memaksakan diri untuk menerjang banjir agar bisa segera sampai ke tujuan, tanpa memperhitungkan resiko  yang berpotensi merusak mesin mobil. Komponen mesin mobil yang sangat rentan terkena air saat menerjang banjir adalah Engine Control Unit (ECU).

ECU merupakan " Otak " dari mesin mobil, bertugas me-manage mesin secara keseluruhan, baik itu mengatur pasokan bahan bakar , udara , pengapian dll. Dampak kerusakan komponen mobil seperti ECU bisa menguras kantong cukup dalam. Berikut ini tips dari Bengkel Mobil yang bisa diterapkan untuk meminimalisir kerusakan Jika mobil anda sudah terlanjur terjebak ditengah banjir

Jika mobil terkena banjir, sebaiknya mobil langsung ditarik atau didorong ke tempat yang kering. Selanjutnya ketahui posisi ECU, Jika memang posisi ECU sudah dimasuki air, lepas komponen komputer tersebut, lalu keringkan dan bersihkan dengan cairan Trichloroethylene. Hal tersebut untuk mencegah konsleting pada mobil. Sebagai contoh, posisi ECU Toyota Fortuner, Innova, Avanza dan Rush ada di dalam kabin. Sedangkan Toyota Altis, Vios dan Yaris terdapar di ruang mesin. Ketinggian posisi ECU juga bervariasi antara 40-80 cm.

Untuk mengetahui apakah ECU sudah kemasukan air atau belum bisa dikenali dari ciri berikut ini, yaitu dimana mobil masih mau menyala, akan tetapi setelah 2-3 hari, saat distarter kembali mulai terasa susah. Pasca terendam banjir sebaiknya mesin mobil jangan langsung dinyalakan karena sangat berbahaya, berpotensi terjadi konslet pada Engine Control Unit ( ECU ) yang mengakibatkan mobil terbakar.

Bentuk pencegahan lain yang bisa diambil adalah menghindari melewati genangan air seperti banjir dengan kecepatan tinggi, untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya cipratan. Bila memungkinkan, buatlah pelindung engine control unit (ECU). terutama di bagian soket, agar lebih tahan bila terkena air.

Tuesday, January 14, 2020

sekilas sejarah mesin kijang seri k

Mesin Toyota seri K adalah mesin inline 4 silinder yang diproduksi dari tahun 1866 hingga 2007. Awalnya mesin ini dibangun di pabrik Toyota Kamigo di Pabrik Toyota City yang berada di Jepang. 

Blok silindernya terbuat dari campuran besi dan alumunium, memiliki poros engkol yang didukung oleh lima bantalan utama dan mekanisme katupnya titpe OHV.  

1. Mesin Seri-K (1996 – 1969)

Mesin seri pertama (K) memiliki kapasitas 1,1 L (1.077cc) dengan mekanisme katup tipe 0HV 8 valve, mampu menghasilkan power/tenaga sebesar 73 PS (72hp) pada 6.600 rpm. Mesin seri pertama ini diproduksi mulai tahun 1966 hingga 1969 dan disematkan pada Toyota Corolla.  

2. Mesin Seri 2K (1969 – 1988)

Mesin toyota seri 2K ini memiliki kapasitas mesin (993 cc) dengan mekanisme katup tipe OHV (Over head valve) 8 valve. Memiliki diameter silinder dan langkah silinder sebesar 72 mm x 61 mm. Output yang mampu dihasilkan dari mesin ini adalah 35 kW pada 5800 rpm. Di versi yang lebih muda (1983) mesin ini mampu menghasilkan 40 kW pada 5.800 (dipasarkan di Selandia baru). Mesin seri 2K ini dipakai untuk mobil Toyota Starlet.

3. Mesin Seri 3K (1969 – 1977)

Mesin Seri 3K ini salah satunya dipakai pada Toyota Kijang generasi pertama, dengan memiliki kapasitas 1,2 L (1.166 cc) dan mekanisme katup tipe OHV 8 valve. Silinder bore dan stroke mesin ini adalah 75 mm x 66 mm.
mesin seri 3k
mesin seri 3k
Mesin seri 3K ini memiliki beberapa versi, versi 3K-B diproduksi pada 1969 – 1975, versi 3K-C yang dipasarkan di California (1977-1979), sementara di Indonesia adalah mesin versi 3K-H yang disematkan pada Toyota Kijang Buaya.   Di tahun 1977 inilah awal mula Toyota Kijang masuk di Indonesia, dengan menggunakan mesin 3K 1,2 L.
Pada generasi pertama ini, Toyota Kijang (KF 10) menerapkan konsep pick up dengan bentuk kotak (bersiku-siku/tidak seperti mobil sekarang yang aerodinamis). Mobil ini sangat diterima baik di pasar Indonesia, bahkan memiliki julukan khusus yaitu Kijang Buaya.
Hal ini dikarenakan moncongnya mirip seperti buaya apabila kap mesinnya dibuka.   Di seluruh dunia, mesin seri 3K ini diaplikasikan pada beberapa mobil seperti : 
  • Toyota Corolla
  • Toyota Kijang / Toyota Tamaraw
  • Toyota LiteAce
  • Toyota Starlet
  • Toyota TownAce
  • Daihatsu Delta 750
  • Daihatsu Charmant
  • dll

4. Mesin Seri 4K

mesin kijang 4 k
mesin kijang 4 k
Toyota mesin seri 4K dipakai pada Toyota Kijang generasi ke-2 yaitu KF20 (Kijang Doyok) yang memiliki kapasitas 1,3 L (1.290 CC). Mesin ini diproduksi pada tahun 1977 – 1989 dengan memiliki spesifikasi sebagai berikut :
Silinder bore dan stroke : 75 mm x 73 mm Mekanisme katup : OHV 8 valve.   Pada tahun 1980 mesin ini mampu menghasilkan power 58 hp pada 5250 rpm. Kemudian dikembangkan tahun 1983 sehingga memiliki output tenaga sebesar 62 hp pada 5.600 rpm.
Di seluruh dunia, mesin seri 4K ini dipakai pada beberapa mobil yaitu :
  • Toyota Corolla
  • Toyota Kijang Generasi Kedua
  • Toyota Lifeace
  • Toyota Starlet
  • Daihatsu Delta 750

5. Mesin Seri 5K

mesin kijang 5 k
mesin kijang 5 k
Toyota Mesin Seri 5K ini dipakai pada Toyota Kijang Generasi ke-2 dan ke-3. Kita ketahui bahwa pada Toyota Kijang generasi ke-2 terdapat dua versi, versi pertama yang memiliki kapasitas 1,3L adalah mesin 4K. Sementara versi kedua yang memiliki  kapasitas 1.5 L adalah mesin 5K.
Toyota Kijang yang menggunakan mesin seri 5K pada generasi ke-3 ini adalah Toyota Kijang dengan beberapa varian seperti Commando dan Ranger. Varian Commando memiliki 4 pintu dengan beberapa pilihan yaitu LSX, SSX, LX dan SX.
Mungkin lebih familiernya adalah Kijang Super.   Mesin Seri 5K memiliki kapasitas 1.5 L yang diproduksi dari tahun 1983 hingga 1996. Mampu menghasilkan output sekitar 71 hp pada 5.600 rpm.  Memiliki sepesifikasi berikut :   Silinder bore dan stroke : 80,5 mm x 73 mm. Mekanisme katup : OHV 8 valve.   Mesin seri 5K ini dipakai pada mobil-mobil berikut ini :
  • Toyota Kijang Generasi ke-2 dan ke-3
  • Toyota Carina
  • Toyota Corolla

6. Mesin Seri 7K

mesin kijang seri 7k
mesin kijang seri 7k
Generasi selanjutnya adalah mesin seri 7K yang mulai diluncurkan pada tahun 1983, mesin seri 7K ini memiliki kapasitas mesin 1.8 L. Mesin seri 7K ini sudah dipakai pada Kijang Generasi ke-3 untuk yang 1.8L (1996 – 1997).
Toyota Kijang Generasi ke-3 yang menggunakan mesin 7K adalah versi Deluxe (Toyota Kijang G), lebih familiernya adalah Kijang Grand Extra yang terdapat beberapa pilihan yaitu LGX (Long Grand Extra) dan SGX (Short Grand Extra).  
Mesin Kijang 7K dipakai juga pada Toyota Kijang Generasi 4 atau yang sering kita sebut sebagai Kijang Kapsul karena bentuknya sudah semakin modern dan menghilangkan kesan siku-siku.  
Mesin Kijang 7K ini memiliki spesifikasi silinder bore dan stroke : 80,5 mm x 87,5mm dengan output 80 hp pada rpm 4600. Untuk mekanisme katupnya, pada mesin Kijang Super masih menggunakan tipe OHV. Sedangkan pada tipe Grand Extra sudah menggunakan tipe SOHC.

Tips dan Trik Mengganti Lampu Depan Mobil di Rumah

Alat-alat yang dibutuhkan adalah: Bola lampu baru. Pastikan anda memilih bohlam yang tepat untuk kendaraan anda. Jika perlu, cocokkan di ...